Astri Yulianty; Indonesia ; 21th ; Industrial Engineering ITB ; astri.yulianty@gmail.com

Thank Steve Thompson, Mark Gatiss and Steven Moffat, you found Benedict Cumberbatch and Martin Freeman.

Well, I hate to admit this, but these guys really make me speechless.

Pertama tau, yang terlintas di pikiran film ini hanya sekedar buatan orang yang memanfaatkan nama tenar Holmes untuk dijual.  They’re NOT his fan at all.  Para penggemar Holmes di seluruh dunia pasti udah kecewa banget sama Sherlock Holmes The Movies yang beredar dimana-mana.  Holmes versi Hollywood.  

Awalnya males-malesan nonton series ini.  Apalagi buat saya season 1 nya ngga sebagus itu.  I mean, I do like Benedict Cumberbatch as Holmes and Martin Freeman as Watson, but the twists on the story don’t work so much for me.  Karakterisasi Holmes di film ini jauh lebih bagus dilakukan oleh Benedict Cumberbatch dibanding Robert Downey Jr.  So british and so cold.  Tapi ceritanya agak kurang.  Agak aneh menurut saya.

But the season 2 is AWESOME.  Jauh lebih bagus.  Jauh lebih indah.  Cerita yang sangat natural dengan memadukan kemajuan teknologi yang sudah sangat jauh dibanding dengan cerita aslinya.  Pertama agak weirdo melihat Holmes kirim SMS, tapi di season 2 ini penulisan ceritanya jauh lebih bagus dan natural.  Karakterisasi Holmes yang jauh lebih sempurna. Se-menyebalkan itu loh Holmes, se-british itu, se-nggak punya perasaan itu loh, se-cold-blooded itu, dan se-khas itu loh smartnya Holmes.  He’s not into action.  He will keep in silent and done the things.  Oh, Benedict Cumberbatch, how could you’ve done that?  How could you act so naturally?  Dan Watson?  Se-sabar itu loh Watson, se-diem itu, dan sepaham itu sama Holmes.  Well done you guys, Thompson, Gatiss, Moffat, Cumberbatch and Freeman.  I’m really taking my hat off.  

Please,please, everybody, if you want to know more about Sherlock Holmes, don’t watch the movies, watch the series!  It’s much mooooooorrrre better fit Holmes.  

1 month ago